Kader Muhammadiyah–‘Aisyiyah Berdiaspora, Tujuh Tokoh Dipercaya di Dewan Pendidikan dan Forum Riset Daerah Kebumen
Kebumen — Kiprah kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di ruang publik terus menunjukkan penguatan. Pada periode terbaru, tercatat tujuh kader Persyarikatan dipercaya mengemban amanah strategis di dua forum penting daerah, yakni Dewan Pendidikan Daerah dan Forum Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Kebumen.
Pada susunan Dewan Pendidikan Daerah Kabupaten Kebumen periode 2025–2030, empat kader Muhammadiyah mendapatkan kepercayaan. Joko Purnomo yang saat ini menjabat Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kebumen dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pendidikan Daerah Kabupaten Kebumen. Penunjukan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kapasitas kepemimpinan dan pengalaman beliau dalam menggerakkan dakwah, sosial, serta penguatan pendidikan di tingkat daerah.

Selain itu, Prof. Dr. Azam Syukur Rahmatullah, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, turut dipercaya sebagai anggota. Prof. Azam juga memiliki rekam jejak panjang di Persyarikatan, di antaranya pernah menjabat sebagai anggota Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kebumen periode 2006–2011. Kehadirannya di Dewan Pendidikan Daerah diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan kebijakan pendidikan daerah.
Kepercayaan serupa juga diberikan kepada Agus Hasan, kader Muhammadiyah yang aktif di Majelis Hukum dan HAM PDM Kebumen. Dengan latar belakang tersebut, Agus Hasan diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penguatan tata kelola, regulasi, serta advokasi kebijakan pendidikan yang berkeadilan. Sementara itu, unsur perempuan diwakili oleh Supriyati Handayani, kader Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kutowinangun, yang dikenal aktif dalam gerakan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Selain di Dewan Pendidikan Daerah, kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah juga dipercaya mengisi Forum Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Kebumen. Dr. Herniyatun, M.Kep., Sp.Mat., dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kebumen, turut ambil bagian dalam forum tersebut. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat pengembangan riset berbasis kebutuhan masyarakat dan pelayanan publik.
Dari unsur Muhammadiyah, H. Rustriyanto, S.H., Ketua LP2M PCM Sempor, juga dipercaya menjadi bagian dari Forum Riset dan Inovasi Daerah. Selain itu, H. Supriyanto, S.Sos., M.Si., yang merupakan Bendahara PCM Rowokele, turut memperkuat forum tersebut dengan pengalaman organisasi dan perspektif kebijakan publik.
Masuknya tujuh kader Muhammadiyah–‘Aisyiyah dalam Dewan Pendidikan Daerah dan Forum Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Kebumen ini menjadi cerminan kaderisasi Persyarikatan yang berdiaspora. Kader tidak hanya berkhidmat di internal organisasi, tetapi juga hadir di ruang-ruang strategis publik sebagai wujud kontribusi nyata Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam membangun pendidikan, riset, dan inovasi daerah yang berkemajuan.
