Berita 18 Juni 2026

Sarasehan Budaya 1 Muharram 1448 H PDM Kebumen Lantik Korps Mubaligh Baru dan Tegaskan Dakwah Budaya Bebas Syirik

Penulis: Bambang Irawan Editor: Admin Reading Time: 2 mins read
Sarasehan Budaya 1 Muharram 1448 H PDM Kebumen Lantik Korps Mubaligh Baru dan Tegaskan Dakwah Budaya Bebas Syirik

KEBUMEN – Menyongsong Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kebumen menggelar acara Sarasehan Budaya yang sarat makna. Mengusung tema besar "Islam Berkemajuan Menyapa Budaya Lokal, Muharram Tanpa Syirik, Penuh Makna", kegiatan ini menjadi penanda komitmen Muhammadiyah dalam merawat tradisi luhur tanpa mengorbankan kemurnian akidah umat.

Rangkaian acara yang berlangsung khidmat ini dipadukan dengan momen sakral pelantikan pengurus Korps Mubaligh Muhammadiyah PDM Kebumen. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Irfangi, S.Ag., M.Si. selaku Ketua Majelis Tabligh PDM Kebumen.

Melalui pelantikan ini, nakhoda baru Korps Mubaligh Muhammadiyah PDM Kebumen resmi diamanatkan kepada Ustadz M. Syahuri HS sebagai Ketua, didampingi oleh Ustadz Farhan Indra F., S.H.I., M.M (Sekretaris), dan Ustadz Muhdir, S.Ag. (Bendahara), serta diperkuat oleh jajaran anggota ahli yakni Ust. Sawiji, S.Kep.Ns., M.Si., Ph.D., Ust. Adi Hamid, M.M., dan Ust. Muhammad As’ad, M.

Budaya Lokal dalam Bingkai Tauhid

Sesi sarasehan budaya yang dipandu oleh moderator Puji Handoko, S.Ag., M.Pd. berlangsung dinamis dengan menghadirkan gagasan-gagasan segar mengenai hubungan Islam dan tradisi.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Bidang Majelis Tabligh PDM Kebumen, Abd Rais, menegaskan bahwa Muhammadiyah memandang positif ragam kebudayaan yang ada di masyarakat. Menurutnya, tradisi keislaman yang baik seyogianya dipertahankan, dengan catatan mutlak tidak menabrak batas-batas syariat Islam.

Sejalan dengan hal tersebut, narasumber utama Al Mukarom Romo Kyai Haji Mudhofir, BA., membedah makna kemerdekaan berbudaya dalam Islam. Beliau menyampaikan bahwa esensi dari kebudayaan yang berkemajuan adalah kebudayaan yang membebaskan manusia.

"Tradisi berkemajuan itu adalah tidak terkekang pada tradisi kuno yang mengarah pada kesyirikan. Sebaliknya, Islam hadir untuk membebaskan masyarakat dari perbuatan syirik, sehingga perayaan budaya dapat berjalan penuh makna dan bernilai ibadah," tegas KH. Mudhofir dalam pemaparannya.

Diskusi semakin kaya saat Slamet Pramono, selaku Wakil Ketua Bidang Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PDM Kebumen, memberikan tanggapan berbasis kearifan lokal. Ia mengaitkan nilai-nilai luhur Jawa yang bersumber dari naskah klasik Kitab Wulangreh, membuktikan bahwa etika tradisional sesungguhnya bisa berjalan beriringan dengan nilai-nilai universal Islam jika dikontekstualisasikan secara tepat.

Apresiasi bagi Sekolah Berprestasi

Tidak hanya menjadi ajang adu gagasan dan penguatan struktur dakwah, momentum Tahun Baru Hijriah ini juga dimanfaatkan PDM Kebumen untuk melecut semangat kemajuan di bidang pendidikan. Sebagai bentuk apresiasi nyata, PDM Kebumen memberikan penghargaan khusus kepada sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Kebumen yang berhasil menorehkan prestasi gemilang.

Apresiasi ini diharapkan menjadi pemantik spirit hijrah bagi seluruh warga sekolah untuk terus bermigrasi ke arah yang lebih unggul, kompetitif, dan berprestasi di tahun-tahun mendatang.

Komentar (0)

Tulis Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!