UNIMUGO WUJUDKAN KAMPUS BERDAMPAK LEWAT GEMA CERMAT, EDUKASI PENGGUNAAN OBAT BAGI ANAK PANTI ASUHAN
GOMBONG – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui program pengabdian bertajuk “Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT)”. Sosialisasi dan edukasi penggunaan obat digelar di MCC LKSA PAYD Muhammadiyah Gombong pada Kamis, 22 Oktober 2026, untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku swamedikasi yang aman pada anak asuh. Kegiatan ini merupakan bagian dari program SIPENMAS LP2M Universitas Muhammadiyah Gombong dalam skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat tahun anggaran 2025/2026.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen UNIMUGO sebagai Kampus Berdampak, yaitu perguruan tinggi yang tidak berhenti pada pembelajaran dan publikasi, tetapi hadir langsung menjawab kebutuhan masyarakat. Dosen dan mahasiswa Program Studi Farmasi Program Sarjana turun ke lapangan, menerapkan ilmu kefarmasian untuk menyelesaikan masalah nyata di lingkungan mitra.
Tim pelaksana terdiri atas apt. Muchromin, S.Farm., M.Farm. sebagai ketua dan apt. Eka Wuri Handayani, S.Farm., M.P.H. sebagai anggota, bersama dua mahasiswa, yaitu Putri Salsabila Fatikasari dan Soimaturohmah. Peserta terdiri atas 25 anak asuh, 5 pendamping, dan 5 pengasuh MCC LKSA PAYD Muhammadiyah Gombong.
Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan penguatan literasi obat bagi anak asuh. Dalam keseharian, anak asuh kadang perlu mengatasi keluhan ringan seperti demam, batuk, pilek, dan sakit kepala dengan swamedikasi, sehingga membutuhkan bekal pengetahuan yang tepat. Berdasarkan observasi awal, anak asuh perlu memperkuat pemahaman tentang golongan obat, pembacaan label kemasan, serta penyimpanan dan pembuangan obat yang sesuai standar. Karena itu, UNIMUGO bersama pengasuh dan pendamping panti menghadirkan GEMA CERMAT sebagai upaya bersama.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari empat materi utama. Pertama, mengenal golongan obat dari logonya, yaitu obat bebas, bebas terbatas, keras, dan narkotika. Kedua, membaca label dan kemasan obat. Ketiga, DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). Keempat, swamedikasi aman beserta tanda bahaya yang memerlukan pertolongan tenaga kesehatan. Materi disampaikan melalui penjelasan interaktif, tanya jawab, praktik membaca kemasan obat, dan simulasi kasus agar mudah dipahami remaja. Anak asuh tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, dan seluruhnya mampu mempraktikkan membaca label obat dengan benar.
Dampak program tidak berhenti pada edukasi. Kegiatan akan dilanjutkan dengan penyerahan apotek mini (kotak obat standar) yang berisi obat swamedikasi dan perlengkapan P3K, serta buku saku GEMA CERMAT. Kegiatan lanjutan juga mencakup pendampingan dan pelatihan 5 pendamping serta 5 pengasuh sebagai kader pendamping obat. Dengan begitu, pengelolaan obat di MCC LKSA PAYD Muhammadiyah Gombong dapat berlanjut secara mandiri setelah kegiatan pengabdian selesai.
Melalui GEMA CERMAT, UNIMUGO berharap anak asuh terbiasa membaca label, menggunakan obat sesuai aturan, serta menyimpan dan membuang obat dengan benar. Kegiatan ini sejalan dengan upaya mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera (SDGs poin 3) serta menjadi bukti peran perguruan tinggi sebagai penggerak solusi bagi masyarakat.